Saat saya lagi ada di Jakarta mengikuti Bursa Kerja UI ato Job Fair UI itulah cerita ini dimulai, ini adalah kisah nyata yang saya alami seminggu yang lalu,.,
Saat itu setelah mengikuti Bursa Kerja di UI saya kembali ke rumah keluarga temen saya karena selama tinggal di jakarta saya nginap di BudeNya temenku yang ada di Bogor,.,setelah mengambil barang - barang yang saya bawa saya memutuskan untuk kembali kampung halaman ke surabaya tepatnya. setelah pamit sama keluarga temanku saya langsung naik mikrolet ke bogor kota karena hanya disana tempat terdekat saya untuk naik kereta KRL. sesampai di bogor kota saya langsung memesan tiket kereta KRL ke gambir dengan kereta KRL ekspres yang eksekutif. perjalanan KRL cukup cepat sampai ke stasiun gambir hanya kurang lebih satu jam dan itu on time atau tepat waktu. sampai di stasiun gambir saya langsung beli tiket ke surabaya dengan kereta gumarang kelas bisnis.
setelah itu saya putuskan kembali ke bojong gede berkunjung ke tempat keluarga saya atau BuDe saya karena waktu tunggunya masih sangat lama sekitar 6 jam. setalah waktu kurang 2 jam sebelum kereta ke surabaya berangkat, saya kembali naik kereta KRL ke Jakarta dari bojong gede dan saya memesan tiket KRL dengan kelas ekonomi AC, sebenernya keretanya sih sama seperti kereta KRL ekspress, tapi nggak tau kenapa kelasnya masuk kelas ekonomi. pada saat pesan tiket kereta saya nggak nanya apa kereta itu bisa turun di gambir apa tidak karena hanya kereta itu yang paling cepat datangnya, akhirnya sewaktu ada di kereta saya nanya ke salah seorang penumpang, orang tersebut bilang kalo kereta itu bisa turun di gambir. namun, karena sedikit kurang percaya karena orang itu bilang kalo nggak sering naik KRL, makanya saya nanya sekali lagi ke petugas pemeriksa karcis atau tiket dan petugas itu bilang kalo ternyata kereta itu tidak bisa turun di gambir tapi di stasiun sebelum atau sesudah gambir saja seperti stasiun kota, juanda, dan gondangdia.
Masalah besar niy, bisa - bisa karena masalah ini saya nggak bisa pulang ke surabaya karena ketinggalan kereta,.,akhirnya saya konsultasi ke petugas tersebut gimana untuk mengatasi masalah ini, awalnya petugas itu bilang kalo meskipun nggak bisa turun di gambir, saya masih bisa turun di stasiun kota dan naik kereta gumarang ke surabaya di stasiun kota itu tapi dia ngga bisa mastiin apa keretanya belum berangkat atau enggak karena kalo naik dari stasiun kota jadwalnya lebih cepat dibanding dari gambir. melihat saya yang kebingungan dan agak panik, penumpang lainnya juga ada yang kasih saran untuk turun di juanda (stasiun sebelum gambir) terus naik kereta KRL lagi yang menuju gambir tapi itu juga masih belum pasti jadwal kedatangan keretanya jam berapa, apa bisa langsung datang ato masih nunggu lama. akhirnya saya dikasih saran lagi oleh petugas itu untuk menuju ke masinis kereta dan minta tolong untuk bisa berhenti sebentar di gambir agar saya bisa turun.
Mmm,,,kata temenku kayaknya ide bagus itu dan patut untuk dicoba,.,”yang bener aja.,.”pikirku.,.tapi karena itu satu - satunya solusi agar tidak ketinggalan kereta dan masih mungkin, akhirnya saya lakukan. saya harus jalan ke ruang masinis dan minta supaya bisa berhenti di gambir, asal tahu saja posisi saya ada di gerbong paling belakang dan harus jalan ke gerbong masinis yang ada di gerbong paling depan dengan rincian jarak antara ujung gerbong depan ke belakan adalah 8 gerbong dengan satu gerbong kurang lebih dari 40 meter ditambah dengan banyaknya penumpang yang duduk rapi menghadap tengah. tapi dengan keberanian yang terpaksa dan setengah rasa malu harus mati karena jalan dari ujung kereta ke ujung lain disertai pandangan mata – mata penumpang yang selalu melihat kita yang berjalan di tengah kereta layaknya model di catwalk kita berjalan dengan anggunnya..,hehe.,biasanya jalan di kereta sudah biasa kalo lagi rame dan banyak yang berdiri karena mungkin lagi mencari tempat duduk yang kosong, tetapi kali ini beda mereka melihat kita dengan tatapan yang aneh karena mereka berpikir kenapa orang ini jalan, padahal ada banyak tempat duduk yang kosong.,.
namun, dengan semangat menyala akhirnya sampai juga di gerbong terakhir dan mulai mengetuk pintu di gerbong masinis karena tertutup rapat. nggak lama setelah itu masinis membuka pintunya dan menannyakan ada apa saya mengetuk pintunya, lalu saya menceritakan perihal keinginan saya untuk dapat diturunkan sebentar di stasiun gambir karena mengejar kereta di surabaya. namun, dengan tanpa pikir panjang masinis bilang kalo dia tidak bisa memberhentikan kereta di gambir dan malah menyuruh saya turun di stasiun kota dengan tetap beresiko ketinggalan kereta.,.dengan penjelasan masinis itu seakan langit langsung runtuh menimpa saya akrena perjuangan saya dari tadi seakan sia – sia.,.
namun, dari kejadian itu saya dapat mengambil beberapa hikmah diantaranya patut diacungi jempol oleh pihak kereta yang benar – benar disiplin dengan peraturan yang ada yang sesuai dengan rute kereta, selain itu saya juga sadar bahwa saya tidak selamanya bisa melobby orang atau mempengaruhi orang dengan mengubah peraturan seenaknya, plus satu hal lagi yang terpenting adalah saya punya pengalaman yang luar biasa seperti itu, saya yakin tidak semua orang pernah melakukannya bahkan mungkin hanya saya seorang yang pernah melakukan hal seperti itu.